THE LEGALITY OF THE EXISTENCE OF POLICE DETENTION CENTERS IN THE REPUBLIC OF INDONESIA THAT ARE NOT UNDER THE DIRECTORATE GENERAL OF CORRECTIONS
Main Article Content
Abdul Kadir
Byrant Jibrilla Hamara
This research analyzes the legality of detention centers operated by the Indonesian National Police (Polri) that are not affiliated with the Directorate General of Corrections (Ditjen PAS) and assesses their impact on the protection of detainees' rights. The study is motivated by the discrepancy between legal provisions, which place detention management authority under Ditjen PAS, and the reality that Polri continues to operate its own detention facilities outside the official structure. Using a normative-empirical legal method, this research combines a normative juridical analysis of relevant laws and regulations with empirical data gathered through interviews with officials from Ditjen PAS and the Metro Jaya Regional Police, field observations, and documentation review. The findings indicate that de jure, detention center management falls under the authority of Ditjen PAS as stipulated in Government Regulation No. 27 of 1983, Law No. 22 of 2022, and Ministerial Decree No. M.01.PR.07.03 of 2007. However, de facto, Polri continues to manage detention centers based on its investigative authority, creating legal ambiguity. This situation results in non-uniform service and facility standards, weak centralized oversight, obstacles to prisoner data integration, and suboptimal rehabilitation and reintegration programs, ultimately undermining the protection of detainees' rights. The study concludes that regulatory harmonization and stronger coordination between Polri and Ditjen PAS are necessary to ensure all detention facilities have a clear legal basis and can guarantee the protection of detainee rights in accordance with correctional principles.
Ahmad Sanusi, “Pelaksanaan Fungsi Cabang Rumah Tahanan Negara di Luar Hukum Dan Hak Asasi Manusia” (DKI Jakarta, August 3, 2016).
Appludnopsanji, A., H. S. Disemadi, & N. S. P. Jaya. 2021. Reformasi Sistem Peradilan Pidana Indonesia Berwawasan Pancasila. Surabaya: Kertha Wicaksana.
Atmasasmita, Romli. 2011. Sistem Peradilan Pidana: Perspektif Eksistensialisme dan Abolisionisme. Bandung: Bina Cipta.
Arief, Barda Nawawi. 2018. Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Jakarta: Kencana, 2018.
Asshiddiqie, Jimly. 2020. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Citrawati, Ni Kadek, Lalu Husni, dan MuHak Asasi Manusiamad Risnain. “Kedudukan dan Kewenangan Pengelolaan Rumah Tahanan Negara (Rumah Tahanan) dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia.” Jurnal Education and Development 8, no. 2 (2020): 425–436.
Dharmawan, Allison Dara, dan Nadira Karisma Ramadanti. “Pidana Alternatif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kaitannya dengan Tujuan Pemidanaan.” Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik 1, no. 4 (2024): 85–92. https://doi.org/10.62383/presidensial.v1i4.197
Harahap, M. Yahya. 2018. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan. Jakarta: Sinar Grafika.
Hasibuan, M., dan M. Prasetyo. “Kedudukan Advokat dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 159. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.4629
Hidayat, S., dkk. “Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2003 Terkait Penempatan Tahanan Anggota Kepolisian Republik Indonesia pada Rumah Tahanan Negara.” Halu Oleo Legal Research 5, no. 1 (2023): 186–200.
Jacob, Jonly D. J. "Kajian Terhadap Penahanan sebagai Upaya Paksa Menurut KUHAP." Lex Crimen 3, no. 4 (2014): 103-111.
Kadir, A. (2024). Hukum Tindak Pidana Khusus Dalam KUHP Nasional. Tanggerang: Minhaj Pustaka.
Kadir, A., Santiago, F., Achmad, S., & Redi, A. (2024). Legal politics of criminal law against the revival of death penalty as an alternative punishment in the new criminal code. Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 3(9).
Kadir, A., & Juniarti, A. W. (2024). Guilty pleas through special channels as an effort to reform criminal procedure law in indonesia. International Journal of Accounting, Management, Economics and Social Sciences (IJAMESC), 2(5), 1894-1904.
Kadir, Abdul. 2023. KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Tangerang.
Kadir, A., Kurnia, F. A., Ahmad, D. N. F., Khasanofa, A., & Albab, U. (2022). Public Space Participation In Law Enforcement Against Serious Human Rights Violations In Discourse Perspective Jürgen Habermas. Indonesian Journal of Law and Policy Studies, 3(1), 89-106.
Muksin, M. R. S. “Tujuan Pemidanaan dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Sapientia et Virtus 8, no. 1 (2023): 225–246. https://doi.org/10.37477/sev.v8i1.465
Muladi. 2005. Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: Habibie Center.
Pettanase, Ismail. "Pembinaan Narapidana dalam Sistem Pemasyarakatan." Jurnal Pranata Hukum 17, no. 1 (2019): 57-63. Fakultas Hukum Universitas MuHak Asasi Manusiamadiyah Palembang.
Pramudhito, Y. A. “Efektivitas Lembaga Pemasyarakatan dalam Membina Narapidana di Indonesia: Sebuah Tinjauan Pustaka.” Jurnal Yustisiabel 5, no. 1 (2021): 69–82.
Rahardjo, Satjipto.2020. Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan. Yogyakarta: Genta Publishing.
Ratu, Myke. "Telaah Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Implementasi Konsep Restorative Justice Menurut Undang–Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022." COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 3, no. 5 (2023): 1862-1873.
Shafira, Maya, dkk. 2022. Hukum Pemasyarakatan dan Penitensier. Tulungagung: Pustaka Media.
Utari, Pingkan, dan Galih Pratama Widya Saputri. "Fungsi Asas Legalitas dalam Kekuasaan Kehakiman untuk Melakukan Penemuan Hukum." Jurnal Fundamental Justice 5, no. 1 (2024): 1-22. https://journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/fundamental.
Utami, Penny Naluria. "Keadilan bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan." Jurnal Penelitian Hukum De Jure 17, no. 3 (2017): 381-394.
Utoyo, M. (2015). Konsep pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Pranata Hukum, 10(1), 38–48. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda.
Wardoyo, A. S., Y. Garnasih, dan F. Nggeboe. “Eksistensi Rumah Tahanan Negara dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia terhadap Tersangka.” Legalitas 1, no. 4 (2011): 1–22.
Yoesuf, M. (2023). Pancasila sebagai dasar tujuan pemidanaan dalam sistem hukum pidana baru di Indonesia. Seminar Nasional Mewujudkan Sistem Hukum Nasional Berbasis Pancasila, Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.





































